Jumat, 13 April 2012

PENURUNAN PRODUKSI TELUR KARENA GANGGUAN FISIOLOGIS


Oleh : PRASETYANTO KUSUMO R.

Pada periode produktivitas yang tinggi, ayam terkadang mengalami gangguan peneluran. Gangguan tersebut bisa bersifat sementara maupun permanen, dengan tingkat penurunan produksi yang rendah sampai dengan berhenti bertelur. Artikel berikut ini memperlihatkan beberapa gangguan peneluran dan kemungkinan penyebabnya.

Vent Gleet


pullet

Vent gleet adalah keluarnya cairan dari anus yang berbau amis yang menyebabkan pembengkakan/memar pada kulit. Vent gleet juga mengakibatkan bulu di sekitar anus menjadi kotor dan lengket. Biasanya juga menimbulkan lapisan bahan berkerak berwarna putih. Ayam yang mengalami kejadian ini terlihat lesu, produksi turun tajam bahkan berhenti bertelur.
Vent gleet dapat menular, untuk itu apabila menemukan kasus ini, segera singkirkan ayam yang terjangkit penyakit ini. Pembersihan dan perawatan veteriner dapat mengatasi masalah ini, tetapi memakan biaya cukup banyak. Untuk itu sebaiknya segera culling ayam-ayam yang mengalami kejadian ini.

Egg Bound


pullet

Hal ini terjadi apabila telur yang di hasilkan di uterus, tidak bisa di keluarkan. Ayam akan berusaha mengejan untuk mengeluarkan telur dari uterus, sehingga mengakibatkan saluran oviduct turut keluar melalui anus. Apabila hal ini diketahui oleh ayam yang lain maka akan memicu kanibalisme dan menimbulkan kematian.
Kondisi ini bisa diakibatkan karena telur yang terlalu besar, adanya tumor pada oviduct atau terjangkitnya penyakit tertentu yang mengganggu system syaraf dan sekresi lendir di oviduct. Apabila kejadian ini terjadi akibat telur yang terlalu besar, dapat dibantu dengan memberikan pelumas di saluran oviduct atau pecahkan telur tersebut dalam saluran reproduksi. Tetapi apabila karena tumor atau suatu penyakit, sebaiknya ayam tersebut di culling.

Egg Peritonitis


pullet

Merupakan infeksi dalam rongga perut yang disebabkan oleh tidak masuknya telur ke dalam oviduct, sehingga menyebabkan akumulasi kuning telur dan penyumbatan oviduct. Hal ini juga mengakibatkan egg bound, stress fisik atau cacat pada ayam. Infeksi mengakibatkan terbentuknya material mirip keju atau cairan kental. Ayam yang mengalami hal ini. Perutnya akan membengkak, lesu, dan gerakannya menyerupai bebek. Ayam yang terkena Egg Peritonitis sebaiknya di culling, karena bila dilakukan pengobatan akan memakan biaya yang lebih besar.

Protrusion
Protrusion terjadi ketika oviduct dipaksa keluar dari anus ayam. Hal ini bisa diakibatkan oleh :
- Iritasi karena vent gleet;
- Terjadinya Egg bound;
- Mengeluarkan telur yang oversize;
- Tumbuhnya tumor;
- Ayam ketakutan/stress.

Bila protrusion ini terjadi dan diketahui ayam yang lain, akan memacu untuk dipatuk dan mengakibatkan kematian. Untuk itu segera pisahkan ayam tersebut, cuci oviduct yang keluar tersebut dengan desinfektan untuk mengurangi infeksi dan secara perlahan-lahan dorong masuk saluran tersebut ke dalam anus ayam. Namun demikian ayam yang sudah mengalami kejadian ini cenderung akan mengalami hal yang serupa. Untuk itu jalan terbaik adalah ayam tersebut di culling.
 
sumber :  http://pkppullet.blogspot.com/search/label/artikel

Kamis, 12 April 2012

Ceker Ayam, Bantu Cegah Munculnya Osteoporosis


Livestockreview.com, Produk Olahan. Sebagian orang barangkali merasa jijik mengkonsumsi ceker (kaki) ayam, meskipun telah diolah menjadi makanan lezat menggoda. Rasa jijik mencuat mungkin karena mengingat masa lalu Si Ayam yang gemar mengeker-eker sampah untuk mencari makanan. Bisa juga karena melihat bentuk ceker ayam yang hanya terdiri dari tulang, otot dan sedikit kulit. Dari segi prestise, masakan ceker ayam sering disebut makanan tak berkelas. Bahkan di luar negeri, bagian organ ayam ini jarang dimanfaatkan untuk kosumsi manusia. Itu sebabnya, banyak yang meremehkan ceker ayam, jika belum tahu manfaatnya yang luar biasa bagi kesehatan.
Meski remeh-temeh, ternyata mengkomsumsi ceker ayam yang banyak mengandung zat kapur, kolagen, hydroxyapatite secara alami ini dapat memelihara kekuatan tulang. Selama ini orang beranggapan untuk mencegah keropos tulang (osteoporosis) cukup dengan kalsium. Padahal, kasium hanya dapat menguatkan tulang bagian luar saja. Karena itu, Banyak kasus osteoporosis yang tidak sembuh hanya dengan minum susu kalsium.
Hydroxyapatite yang terkandung dalam ceker ayam inilah yang mampu menentukan kekuatan tulang. Zat tersebut merupakan makanan untuk tulang, yang berasal dari tulang binatang seperti ayam, kuda, sapi, atau kambing. Mungkin ada masih bertanya-tanya, bagaimana bisa ceker ayam berpengaruh dengan penyakit osteoporosis?
Peran penting kolagen
Di dalam tubuh kita terdapat dua macam antigen, yaitu antigen asing dan antigen diri, setiap antigen bisa bersifat antigenik dan imunogenik. Antigen imunogenik selain mampu berikatan dengan antibodi spesifik, juga mampu menghasilkan antibodi spesifik terhadap antigen. Antibodi terhadap antigen imunogenik inilah yang perlu dirangsang untuk mencegah keroposnya tulang.
Antigen imunogenik ini dapat ditemukan di dalam kolagen yang tardapat pada ceker ayam. Selain untuk tulang dan sendi, Kolagen juga berguna untuk, mempercepat pemulihan jaringan yang luka atau cedera, melindungi jaringan dari cedera kambuhan. Selain itu membakar lemak, mempercantik tampilan kulit jadi lebih halus.

Sosis Indonesia Hasil Adaptasi dari Jerman


Livestockreview.com, Produk Olahan. Kelezatan produk olahan hasil ternak, yakni sosis sudah sangat akrab bagi sebagian besar masyarakat Indonesia sejak tahun 80-an. Kejadian ini tak cuma di Indonesia, namun juga sudah menjadi tren di beberapa negara lainnya.
Bicara soal sosis, tidak bisa tidak, kiblatnya adalah Jerman. Padahal sebenarnya, tercatat bahwa pionir pembuat sosis adalah bangsa Yunani dan Romawi, yang kemudian dipelajari oleh orang Jerman dan dikembangkan oleh orang Prancis. 
Tidak ada data tertulis, sejak kapan orang mulai membuatnya. Yang pasti, tujuan pembuatan sosis pada awalnya adalah untuk mengawetkan daging. Ada 3 kelompok besar di dalam keluarga sosis, yaitu sosis mentah (rohwurst), sosis matang (brunchwurst), dan sosis masak (kochwurst). Ketiganya dibedakan berdasarkan proses pembuatannya.
Sosis yang masuk dalam kelompok brunchwurst merupakan jenis yang paling banyak beredar di Indonesia. Proses pembuatannya adalah daging mentah digiling, diolah, lalu dimasak.
Meski berkiblat ke Jerman, resep sosis di Indonesia sudah tidak persis menjiplak resep aslinya. Bahkan kelompok sosis pun kini ditambah dengan jenis sosis siap santap.
Di Indonesia, tiap produsen berhak punya resep dan formula yang berbeda-beda. Karena, memang belum ada standar yang dijadikan acuan sosis. Sentuhan khas Jerman hanya dipakai dalam urusan bentuk dan cita rasa bumbu yang paling dominan saja.
Karena sosis di Jerman hampir 100% menggunakan campuran daging atau lemak babi, maka di Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah muslim, tentu saja perlu dimodifikasi.

Kurang Makan Daging, Otak Menciut

Livestockreview.com, Riset. Sebuah riset yang dilakukan oleh Universitas Oxford menemukan, kebiasaan hanya makan sayur-sayuran saja ternyata berdampak buruk pada otak.
Ketika mereka menjalani scanning otak dan memori tes, tampak kebanyakan dari mereka otaknya menciut, memorinya buruk, dan terjadi peradangan pada sistem saraf serta masalah kesehatan lainnya.
Semua ini terjadi karena konsumsi yang kurang akan daging, juga hati, dan susu yang dikenal mengandung vitamin B12, vitamin terbaik yang dapat mencegah penciutan otak dan juga mampu menyimpan memori. Vitamin ini tidak ada dalam sayuran dan buah-buahan.
sumber: Universitas Oxford | editor: ria laksmi

Konsumsi Protein Hewani di Bawah 10 gr/kapita/tahun, Usia Harapan Hidup 55-65 tahun

Livestockreview.com, Riset. Ternyata ada hubungan yang sangat erat antara konsumsi protein hewani seperti daging, telur dan susu dengan usia harapan hidup seseorang. Seorang peneliti dari Universitas Nasional Seoul Korea bernama Prof I K Han telah melakukan sebuah riset mendalam tentang hal ini.
Hasil risetnya tersebut telah dipublikasikan di Jurnal Asian Australian Journal Science pada 1999, dan hasil riset Han tersebut sungguh mencengangkan. Konsumsi protein hewani ternyata memiliki pengaruh sangat bagus terhadap usia harapan hidup seseorang. Untuk orang USA, Inggris, Perancis,Jepang, dan Kanada yang konsumsi protein hewaninya 50-90gr/kapita/hari, usia harapan hidupnya berkisar 75-85 tahun.
Adapun untuk warga Korea, China, Brasil, Afrika selatan dan Philipina yang konsumsi protein hewaninya 20-40gr/kapita/hari, usia harapan hidupnya berkisar 65-75 tahun.
Bagaiamana dengan Indonesia? Negara kita sejajar dengan India dan Bangladesh yang konsumsi protein hewaninya di bawah 10 gr/kapita/hari, dengan harapan hidup rata-rata 55-65 tahun. Bagaimana pendapat anda?
sumber: asian australian journal science | editor: ria laksmi

Minggu, 04 Maret 2012

4 Jenis Serangga Yang Paling Mengerikan

Serangga, hewan mungkin kecil ini tampaknya lemah, apalagi karena ukuran mereka yang tidak terlalu signifikan jika dibanding dengan tubuh manusia. Cukup satu jari sudah mampu menghentikan kehidupan mahluk mungil ini. Tapi jika kita tahu, berapa banyak jumlah hewan ini, mungkin kita akan mulai merasa ngeri. Menurut perkiraan terakhir, jika kita membuat perbandingan jumlah manusia dan jumlah serangga, maka perbandingannya adalah 1 manusia dibanding 1,5 juta serangga di dunia ini!

Dari perhitungan diatas, rasanya sudah cukup ngeri bukan? Apalagi ternyata serangga-serangga dibawah ini:

4. Lebah Penyengat Jepang (vespa mandarinia japonica)

Asal: Jepang
Kenapa Mengerikan?
Ukuran lebah satu ini luar biasa, seukuran jempol orang dewasa! Selain itu senjata lebah satu ini menyeramkan, ia bisa menyemprotkan racun yang akan melelehkan daging! Bukan hanya itu, ternyata racun menyeramkan ini juga lengkap dengan feromon, sejenis senyawa kimia, yang mampu memanggil semua lebah penyengat yang ada untuk bersama-sama mengeroyok mahluk malang yang tersiksa oleh racun tadi.

Lebah satu ini mampu terbang sampai 50 mil dalam satu hari! Tempat tinggalnya? bukan cuma di tempat terpencil, tapi mereka bahkan diketahui hidup di pinggiran Tokyo!

Yang lebih menyeramkan lagi:
Lebah satu ini benar-benar memperlakukan serangga (atau mahluk hidup kecil) lain secara luar biasa sadis. Seekor lebah dewasa akan terbang bermil-mil untuk menemukan makanan bagi anak-anak mereka. Seringkali, makanan yang dimaksud adalah sarang lebah lain!

Cara mereka mendapatkan makanan lebih sadis lagi. Mereka akan terbang ke sarang tersebut, kemudian menyemprot sarang yang ada dengan racun mereka, dan hasilnya? Ribuan lebah akan datang dan menyerang sarang tersebut. Hampir semua sarang lebah yang mereka serbu tidak dapat melawan kekuatan lebah seram ini. Kejadian sadis akan bertebaran, dengan kepala dan bagian tubuh lebah lain akan bertebaran di mana-mana. Dan kemudian, anak-anak lebah dari sarang yang diserang ini akan diculik dan dibawa ke sarang lebah raksasa ini, hanya untuk dijadikan makanan bagi anak-anak mereka!


3. Semut Peluru (Paraponera clavata)
Asal: Hutan Tropis dari Nikaragua sampai Paraguai

Kenapa Mengerikan?
Ukurannya dua centi lebih! Tinggalnya di pepohonan dan cara menyerangnya adalah dengan menjatuhkan diri kepada siapapun yang dianggap menyerang sarangnya, padahal terkadang mahluk sial tadi sama sekali tidak tahu ada sarang semut ini, yang berada di ketinggian dan perlindungan dedaunan pepohonan. O ya.. tapi sebelumnya sih, semut ini akan memberi peringatan. Caranya: ia akan mendesis! Benar! Semut satu ini dapat mendesis!!

Nama Peluru disandang oleh semut ini bukan tanpa alasan, tapi karena sengatnya yang luar biasa menyakitkan! Apalagi karena suara mendesis yang dibuatnya sebelum menyerang! Mengerikan sekali!

Yang lebih menyeramkan lagi:
Orang-orang asli Nikaragua dan Paraguai menggunakan semut ini sebagai salah satu ritual kedewasaan. Caranya? Anda akan dibuatkan semacam lengan baju khusus yang penuh berisi ratusan semut ini! Jadi begitu ditempelkan, reaksi semut tadi akan langsung menggigit! Apapun yang ada didekatnya akan digigit!

Tujuannya adalah dengan mengenakan lengan baju tadi selama 10 menit, sampai tangan kaku! Dan ritual ini tidak dilakukan hanya sekali, tapi sampai 20 kali berturut-turut! Menarik? Kayaknya sama sekali enggak, menyeramkan malah

2. Semut Tentara (Eciton burchellii)
Asal: Amazon
Kenapa Mengerikan?
Ukurannya semut ini memang tidak sebesar semut peluru, hanya setengahnya saja. Tapi coba lihat ukuran sengat yang ada di depan rahangnya! Sengatnya yang luar biasa besar dan kuat ini berukuran setengah dari badan semut ini sendiri! Semut satu ini terkenal mampu 'membersihkan' semua mahluk hidup yang dilewatinya, berapapun ukuran badannya. Dan satu hal lagi, karena mereka buta, jadi semut ini tidak akan pernah peduli, apa atau berapa ukuran hewan yang 'dibersihkannya'

Semut ini disebut tentara, karena satu koloni semut ini terdiri dari lebih dari satu juta ekor serangga, dan seluruhnya adalah batalion bergerak! Mereka tidak membuat sarang seperti semut pada umumnya. Mereka hanya membuat semacam tempat tinggal sementara sampai ratu mereka menetaskan telur yang pada ujungnya akan menambah kekuatan koloni semut menyeramkan ini.

Bayangkan bahwa semut ini tidak pernah berhenti bergerak, begitu telur menetas dan menjadi larva, semut ini akan mengangkut larva mereka dengan hati-hati dan bergerak, seperti karpet bergerak yang mematikan di dasar hutan. Sambil merambat membongkar dan 'membersihkan' semua mahluk malang yang tidak sengaja bertemu dengan karpet hitam seram ini. Beberapa laporan mengatakan bahwa hewan sebesar kuda bisa bersih tinggal tulang ketika bernasib malang bertemu dengan koloni semut seram ini.

Yang lebih menyeramkan lagi:
Semut ini benar-benar tentara, mereka mau dan rela menggunakan badan mereka untuk menjadi semua betuk kebutuhan koloni, mulai dari 'tembok' atau 'atap' untuk menghindari dampak buruk cuaca, atau jembatan sehingga mereka dapat menyeberang dengan mudah, sejauh apapun, dan selama apapun itu! Kesimpulannya: mereka sama sekali tidak bisa dihentikan!

1. Lalat Bot (family oestridae, genus dan species bervariasi)
Asal: kebanyakan ditemukan di Amerika Tengah dan Selatan

Kenapa Mengerikan?
Lalat satu ini mengerikan luar biasa, mengapa? karena ternyata mereka mampu berkembang menjadi spesies khusus sampai ada nama khusus, misalnya: Lalat Bot Perut Kuda, Lalat Bot Hidung Kambing, dan coba tebak.. ternyata ada juga Lalat Bot Manusia!

Masing-masing lalat bot ini memiliki berbagai macam siklus reproduksi yang mengerikan, dan tiap akhir siklus ini, akan ada seekor belatung besar dan gemuk yang akan menempelkan diri di daging hidup masing-masing inangnya, dan tidak sekedar menempel, mereka memakan daging inang ini hidup-hidup!

Lalat Bot Perut Kuda misalnya, akan meletakkan telur mereka di rerumputan, yang akan dimakan oleh kuda, bersamaan dengan telur lalat. Telur ini kemudian akan menetas di mulut kuda, karena panas tubuh kuda. Kemudian mereka akan masuk ke dalam perut kuda, dan akan membuat lubang-lubang kecil di perut kuda sampai puas dan jadi gemuk. Setelah siap, mereka tinggal ikut sistem pencernaan kuda, dan akan menjadi lalat setelah keluar dari tubuh kuda, dan siklus awal akan terjadi lagi!

Lalat Bot Manusia lebih sadis lagi, mereka akan meletakkan telur mereka di tubuh lalat biasa atau nyamuk, yang tentunya akan berusaha mendarat di tubuh manusia. Begitu mendarat, telur tadi secara tidak sengaja akan jatuh ke tubuh manusia, dan karena panas tubuh manusia, telur ini akan menetas menjadi larva. Larva lalat ini kemudian masuk ke dalam kulit, dan tumbuh besar dibawah kulit dengan perlahan-lahan memakan daging manusia!

Yang lebih menyeramkan lagi:
Larva tadi tidak tinggal diam dan tidak pemilih. Mereka dapat tumbuh dimanapun tergantung dimana telur tadi terjatuh, jadi dengan kata lain, bisa di hidung, bisa di saluran air mata, atau bahkan di otak! Sudah ada beberapa bukti kejadian ini...
Selengkapnya dapat dilihat di: http://yusufsila-binatang.blogspot.com/2011/11/4-jenis-serangan-yang-paling-mengerikan.html#ixzz1o8lEQRlE

10 Mahluk Darat Tercepat di Dunia

1. CHEETAH – 70 Mil/jam (112 Km/jam)

Cheetah adalah mahluk hidup tercepat yang pernah hidup di daratan, bisa mencapai kecepatan 112 km/jam sampai 120 km/jam hanya pada lintasan sepanjang 460 m (500 yard). Kemampuannya berakselerasi juga tidak bisa ditandingi mahluk hidup apapun. Cheetah bisa mencapai kecepatan dari 0 km/jam sampai 110 km/jam hanya dalam waktu 3 detik.
2. ANTELOP – 61 Mil/jam (80 Km/jam)

Binatang ini juga ditenggarai sebagai second fastest animal di dunia. Kecepatan maksimal binatang ini sangat sulit untuk dipastikan secara akurat, itu karena tiap individu binatang ini memilik kemampuan yang berbeda beda. Binatang ini juga memiliki kemampuan sprint lebih lama karena didukung ruang paru-paru dan jantung yang lebih besar.
3. WILDEBEEST – 50 Mil/jam (80 Km/jam)

Wildebeest adalah binatang lain yang menyandarkan hidupnya pada kecepatannya untuk menghindar dari pemangsa. Binatang ini adalah makanan favorit kucing besar, itu karena habitat Wildebeest di daratan terbuka Afrika, mreka adalah komunitas terbanyak yang bisa hidup sampai 20 tahun.
4. SINGA – 50 Mil/jam (80 Km/jam)

Raja dari segala pemburu, singa, tidak perlu memiliki kecepatan untuk menjadikan dirinya sebagai yang terbaik di antara yang terbaik. Dalam berburu untuk melangusngkan hidupnya, mayoritas dikerjakan oleh singa betina, namun singa jantan yang emosi bisa berlari mencapai kecepatan 80 km/jam.
5. RUSA THOMPSON – 50 Mil/jam (80 Km/jam)

Dinamai setelah penemunya, Joseph thompson, Rusa Thompson diakui di dunia sebagai rusa terbaik, baik dari segi bentuk fisik, kecepatan, juga kecerdikannya dibandingkan jenis rusa lainnya. Dalam hal menghindari musuh utamanya cheetah, rusa ini bisa mencapai kecepatan 80 km/jam disertai dengan pergerakan zigzag yang membingungkan. Rusa ini juga memilik ketahanan lebih baik dari cheetah (ibarat motor, rusa thompson bahan bakarnya lebih irit).
6. KUDA – 47,5 Mil/jam (76 Km/jam)

Jenis kuda tercepat adalah Quarter Horse, mendapatkan namanya “quarter’ karna dalam pacuan kuda bisa memimpin pacuan hampir seperempat panjang trek (misal lintasan 100 m, kuda ini bisa finish 25 meter di depan peringkat ke-2) dari kuda jenis biasa lainnya. Kuda ini bisa mencapai kecepatan maksimal 76 km perjam.
7. RUSA BESAR – 46 Mil/jam (73,6 Km/jam)

Rusa ini sering dianggap sebagai rusa terbesar kedua di dunia, dan juga salah satu mamalia terbesar di Amerika utara dan Asia timur. Berbeda dengan binatang berkecepatan tinggi lainnya, binatang ini justru menggunakan kecepatannya untuk menghindari pemangsa, tapi bagaimanapun, melihat ukuran dan kecepatannya, banyak predator sekalipun lapar, lebih suka mengurungkan niatnya untuk memburu rusa ini.
8. ANJING PEMBURU – 45 Mil/jam (72 Km/jam)

Anjing ini menggabungkan antara kecepatan dan kecerdikan dalam memburu mangsanya, mereka berburu secara berkelompok dan sangat teroganisir, salah satu anjing mengarahkan mangsanya ke satu tempat, dan anjing lainnya siap menyerang silih berganti sampai mangsa tak berdaya.
9. COYOTE – 43 Mil/jam (68.8 Km/jam)

Coyote menggunakan kecepatan mereka untuk berburu binatang menyusui kecil seperti kelinci, tikus-tikus, tupai, rusa dan ternak. Binatang pemakan daging ini, hidup berkelompok, dan memburu sepanjang musim.
10. RUBAH – 42 Mil/jam (67.2 Km/jam)

Rubah adalah pemburu yang menkonsumsi daging dan sayur sayuran. Mereka menggunakan kecepatan mereka berburu kelinci, tikus-tikus dan bahkan burung-burung