Kamis, 10 Januari 2013

Daftar Perusahaan Peternakan SE- JAWA TIMUR



FEEDMILL SE JAWA TIMUR
No
Nama Perusahaan
Alamat
1
PT.Charoen Pokphand Indonesia
Jl. Raya Surabaya-Mojokerto. Km. 19 Sidoarjo Telp. (031) 7882840
2
PT. Wirifa Sakti
Jl. Rungkut Industri III/48 Surabaya
3
PT.Cold Coin Indonesia
Jl. Margomulyo Industri Kav.G 1-3 Surabaya
4
PT. Sierad Produce Tbk
Jl. Raya Sidoarjo-Krian Ds.Ketimang. Kec. Wonoayu. Sidoarjo
5
PT. Cargill Indonesia
Ds.Cangkringmalang. Kec. Beji Pasuruan
6
PT. Artacitra Terpadu Feedmill
Jl. Margomulyo No.38 Surabaya
7
PT. Japfa Comfeed Indonesia
Jl.HRM.Mangundiprojo Km3.5 Sidoarjo
8
PT. Cheil Samsung Indonesia
Ds.Arjosari. Kec. Rejoso Pasuruan
9
PT. Wonokoyo Jaya Co.
Jl. Taman Bungkul 1 – 7 Surabaya Tlp. (031) 2956000. Fax. (031) 5679655 Email : wjcpusat@indo.net.id
10
PT. Sarifeed Indojaya
Jl. Veteran No. 9 Surabaya
11
PT. INKUD Feedmill
Jl. Raya Tongas. Probolinggo
12
CV. Superindo Jaya Makmur Feedmill
Jl.Margomulyo Indah Blok C-11 Surabaya
13
PT. Panca Patriot Prima
Jl. Muncul Industri II/No. 11 Gedangan Telp. (031) 8543623. 8543701 Sidoarjo
14
PT. Prima Patriot Bersatu
Jl. Raya Buduran Sidoarjo





PERUSAHAAN DAGING OLAHAN SE JAWA TIMUR
No
Nama Perusahaan
Alamat
1
PT. SEKAR BUMI
Jl. Brigjend Katamso Waru. Sidoarjo Telp. (031) 8532845
2
PT. CHAROEN POKPHAND INDONESIA
Jl. Raya Surabaya-Mojokerto. Km. 19 Sidoarjo Telp. (031) 7882840
3
PT. WONOKOYO JAYA Co.
Jl. Taman Bungkul 1 – 7 Surabaya Tlp. (031) 2956000. Fax. (031) 5679655
Email : wjcpusat@indo.net.id
4
PT. ELODA MITRA
Jl. Jenggolo No. 11 Sidoarjo Telp. (031) 8962205
5
PT. CIOMAS ADI SATWA
Jl. Raya Popoh Ds.Semambung.Kec.Wonoayu Sidoarjo Telp. (031) 8973620
6
PT. SURYAJAYA ABADI PERKASA
Jl. Raya Surabaya-Pasuruan Km. 90-Probolinggo Telp. (0335) 421172. 424133
7
PT. FERODATAMA MUKTI JAYA
Jl. Kalianak No. 51 AS/Kav. 20 Surabaya (031) 7481451 – 2
8
PT. SANTOSA AGRINDO
Jl. Nilam Barat 5-9 Surabaya Telp. (031) 3291896.3291005
9
PT. BEEFEATHER MEAT INDONESIA
Jl. Biliton 28 Surabaya Telp. (031) 5032360
10
UD. SIDOMULYO
Jl. Ngagel 137 Surabaya Telp. (031) 5619545. 5930593
11
PT. PUSPA LESTARI INDAH
Jl. Manyar Rejo II/17 Sby. Telp. (031) 8472117. 8473686




PERUSAHAAN PENGOLAHAN SUSU
No
Nama Perusahaan
Alamat
1
PT. NESTLE INDONESIA. Tbk.
Jl. Pasuruan – Malang Km. 9.5 Desa Tanggulangin – Pasuruan
2
PT. GREENFIELD INDONESIA
Desa Babatan. Kec. Ngajuin. Malang Tlp (0341) 291068. 201029. 370811. 370812 Fax. (0341) 370810
3
PT. INDOMURNI DAIRY INDUSTRY
Jl. Lebak Sari TP 37 - Malang Tlp. (0343) 633843. 631866. Fax. (0343) 623211 Email : imdi@pasuruan-wasantara.net.id
4
PKIS Sekar Tanjung
Jl. Desa Martopuro Kec. Purwodadi. Pasuruan Tlp. (0343) 614949. Fax. (0343) 615267
5
KUD Dau
Jl. Sidomakmur 26 – Kec. Dau. Malang Tlp. (0341) 462521. Fax. (0341) 462343
6
KUD Batu
Jl. Raya Beiji Km 15 - Kota Batu Tlp. (0341) 593347. Fax. (0341) 507143
7
KOPERASI SAE Pujon
Jl. Brigjen Abd Manan W No. 16. Pujon Malang. Tlp. (0341) 524003
8
Unit Usaha Keju - Malang
Trungoyo Kav 4. Kepanjen – Malang Tlp. (0341) 393926. 393927 Fax. (0341) 393928
9
Perusahaan Susu Mulia
Desa Pojok – Kec. Wonoayu. Sidoarjo Tlp. (031) 8971151. Fax. (031) 8965381




PERUSAHAAN PENGOLAHAN DAGING OLAHAN
No
Nama Perusahaan
Alamat
1
PT. SEKAR BUMI. Tbk.
Jl. Jenggolo II/7 – Sidoarjo 61219 Tlp. (031) 8050341. Fax (031) 8050340 Email : pahlawan@yahoo.com Website : www.sekar.co.id
2
PT. SURYA JAYA ABADI PERKASA
Jl. Raya Surabaya – Pasuruan KM 90. Probolinggo Tlp. (0335) 421172. 424133. Fax. 4241144
3
PT. ELODA MITRA
Jl. Jenggolo 11 – Sidoarjo 61219 Tlp. (031) 8962205. Fax. (031) 8962206
4
CV. SEGER ABADI UTAMA
d/a. Ruko Gading Fajar B-6 No. 6 - Sidoarjo Tlp. (031) 71078707. Fax. (031) 8963543




PERUSAHAAN RUMAH POTONG AYAM
No
Nama Perusahaan
Alamat
1
PT. WONOKOYO JAYA CO.
Jl. Taman Bungkul 1 – 7 Surabaya Tlp. (031) 2956000. Fax. (031) 5679655 Email : wjcpusat@indo.net.id
2
PT. CURNIA ADI SATWA
Jl. Raya Pojok. Desa Semambung. Kec. Wonoayu – Sidoarjo Tlp. (031) 8973620. Fax. (031) 8974042
3
PT. KOKO TUMBUH
Desa Kertajaya. Kec. Gedangan – Sidoarjo Tlp. (031) 901-108. Fax. (031) 8011051
4
UD. JATIM INDAH
Kec. Kanigoro. Blitar Tlp. (0342) 801405. Fax. (0342) 801405




PERUSAHAAN PENGOLAHAN TELUR
No
Nama Perusahaan
Alamat
1
UD Rahayu
Jl. Raya Simpang Tiga No. 8. Bedahan Babat – Lamongan Tlp. (0332) 452710. 451901




PERUSAHAAN PENGOLAHAN KULIT
No
Nama Perusahaan
Alamat
1
PT. ECCO INDONESIA
Jl. Raya Brigit No. 17 Sidoarjo Tlp. (031) 896555. Fax. (031) 8962011
2
PT. ROCHBINI LEATHER
Jl. A. Yani 1 – Gedangan. Sidoarjo Tlp. (031) 8532020. Fax. (031) 8543532 Email : rochbini@indo.net.id
3
PT. SUMBER SETIA
Jl. Basuki Rachmat No. 134 – Probolinggo Tlp. (0355) 422332. Fax. (0355) 422745 Email : sumse@indo.net.id
4
PT. FIRMA ADIL
Jl. Teratai Km 3 – Lebak Lor. Lumajang Tlp. (0334) 896785. Fax. (0334) 882643
5
UD. PRIMA DONA
Jl. Trunojoyo 137 – Jember Tlp. (0331) 483991
6
BADAN USAHA RPH MALANG
Jl. Gading Blok II – 2A. Malang Tlp. (0341) 571871




PENGOLAHAN HASIL SAMPINGAN
No
Nama Perusahaan
Alamat
1
UD. INTAN JAYA
Jl. Tirtosari Baru No. 25 -26. Tulungagung Tlp. (0355) 336320
2
UD. LIBERTY
Jl. Letjen Suprapto XI/3 – Jember Tlp. (0331) 336009

PERUSAHAAN PEMBIBITAN
No
Nama Perusahaan
Alamat
1
CHAROEN POKPHAND JF.
Jl. Dupak Rukun No. 81 Surabaya Telp. 031 5316655
2
MULTIBREEDER ADIRAMA
Jl. HR. Moch. Mangundiprojo KM 3,5 Sidoarjo Telp. 031-8964534
3
WONOKOYO JAYA Co.
Jl. Taman Bungkul 1-7 Surabaya Telp. 031-5679655
4
SUPER UNGGAS JAYA
Desa Ngembal Kec. Tutur Pasuruan Telp 0343-612135
5
SATWA UTAMA RAYA
Desa Bakalan Kec. Purwosari Pasuruan Telp. 0343-612626
6
ADIGUNA BINTANG LESTARI
Jl. Raya Tiekung KM. 4 Batu
7
MALINDO
Desa Sumberkare Kec. Wonomerto Probolinggo
8
PRIMATAMA KARYA PERSADA
Ds. Panglungan Kec. Wonosalam Jombang

Prospek Perunggasan 2013 : Cemerlang di Tengah Berbagai Tantangan

poultryindonesia.com, Mari kita perhatikan tren isu di dunia dan nasional, antara lain (1). Growth with Equity atau pertumbuhan yang adil; (2). Climate change atau perubahan iklim ekstrim; (3). Food security atau ketersediaan pangan; (4). Animal welfare atau kesejahteraan hewan; (5). Financial yaitu pendapatan.
Agribisnis perunggasan memiliki peranan penting dalam menggerakkan perekonomian nasional. Dirjen Peternakan dan Keswan Syukur Iwantoro mengungkapkan bahwa sektor perunggasan menyerap investasi Rp.1,68 triliun (60%) dari investasi di bidang peternakan sebesar Rp.2,8 triliun.
Agribisnis ayam pedaging dan petelur mampu menyerap 2,5 juta tenaga kerja langsung dengan perputaran uang lebih dari 50 triliun per tahun (Dawami, 2011). Menurut Wamen Perdagangan Bayu Krisnamurthi, setiap tahun Indonesia berhasil memproduksi 2 miliar ekor ayam dengan nilai transaksi Rp.30 triliun dan produksi telur mencapai 24 miliar butir dengan nilai transaksi Rp.24-25 triliun. Pada sisi produksi, industri ayam pedaging memberikan kontribusi sebesar 1,27 juta ton (63,3%) dari total produksi daging nasional 2,47 juta ton, sementara kontribusi telur ayam ras mencapai 0,97 juta ton (69,2%) dari total produksi telur nasional 1,43 juta ton. Dengan memperhatikan tren produksi beberapa tahun terakhir, agribisnis perunggasan diperkirakan dapat tumbuh sebesar 5-7 persen pada tahun 2013. Fakta-fakta tersebut membuktikan bahwa agribisnis ayam ras telah berperan nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan, menciptakan lapangan pekerjaan, dan memperkuat ketahanan pangan.

Prospek cemerlang
Agribisnis ayam ras memiliki prospek pasar yang tetap cemerlang pada tahun-tahun mendatang. Daging dan telur ayam ras merupakan sumber utama konsumsi protein hewani nasional. Daging ayam ras menyumbang 3,51 kg (50,50%) dari konsumsi daging sebesar 6,95 kg/kapita/tahun pada tahun 2010, sedangkan telur ayam ras menyumbang 6,71 kg (92,81%) dari konsumsi telur 7,23 kg (Statistik Peternakan 2011). Jumlah konsumsi daging dan telur ayam tersebut meningkat signifikan masing-masing 0,46 kg (10,95%) dan 0,88 kg (15,09%) dari konsumsi tahun 2009 sebesar 4,20 kg dan 5,83 kg. Konsumsi daging dan telur ayam Indonesia tersebut masih berada di bawah negara tetangga, seperti Malaysia 36 kg dan 19,44 kg, Singapura 28 kg dan 4 kg, Filipina 8,5 kg dan 5,81, dan Thailand 16 kg dan 9,06 kg.
Tingkat konsumsi daging dan telur ayam akan terus melonjak karena faktor karakteristik produk unggas yang harganya terjangkau oleh masyarakat luas, berkualitas gizi baik, disukai oleh konsumen  segala  umur,  tersedia  dalam  jumlah  yang  cukup,  dan  dapat  diolah  menjadi berbagai jenis makanan, serta penyebarannya menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, peningkatan konsumsi juga terus terjadi seiring dengan peningkatan jumlah penduduk, peningkatan pendapatan masyarakat, perbaikan tingkat pendidikan dan kesadaran gizi, pertumbuhan masyarakat kelas menengah, wisata kuliner yang memarak, serta arus globalisasi yang menyebabkan terjadinya perubahan gaya hidup dan pola konsumsi.
Fenomena kenaikan konsumsi daging ayam semakin diperkuat oleh masalah produksi dan distribusi daging sapi. Pada periode Januari-Desember 2012 kenaikan harga daging sapi mencapai 13 persen, padahal pada periode yang sama tahun 2011 persentase kenaikannya hanya menyentuh angka 5,8 persen. Bahkan, pada akhir tahun 2012 harga jual rata-rata daging sapi di beberapa kota besar di Indonesia mencapai angka kenaikan tertinggi sebesar Rp.90.000 – Rp.95.000 per kg, meningkat sekitar 30 persen dari harga jual sebelumnya Rp.70.000 – Rp.75.000 per kg. Kenaikan harga daging sapi tersebut bukan disebabkan kenaikan permintaan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2013, melainkan merupakan dampak dari mahalnya harga sapi akibat pasokan sapi di daerah berkurang. Hal ini kemudian diperparah terungkapnya  kasus pencampuran daging sapi untuk bakso dengan daging babi di beberapa daerah. Kejadian tersebut berdampak positif terhadap kenaikan konsumsi dan harga daging ayam. Dr. Ir. Sutawi, M.P, Dosen Fak. Pertanian dan Peternakan Univ. Muhammadiyah Malang. (sutawi@umm.ac.id).

Simbiosis Mutualisme Alami Sawit – Sapi

Terbukti mampu memangkas biaya pupuk, dongkrak produktivitas kebun sawit, jadi solusi pendapatan petani di periode replanting. Tentang sumber pakan, tak jadi soal
Di Riau, luas lahan perkebunan sawit tercatat 2,3 juta hektar. Bentangan kebun seluas itu kepemilikannya terbagi atas perkebunan rakyat 1,2 juta hektar, dan sisanya perkebunan non rakyat yang terdiri atas PBS (Perkebunan Besar Swasta ) dan PBN (Perkebunan Besar Nasional).
Dan di lingkungan para petani kebun sawit setempat, dikenal ungkapan Siska yang merupakan kepanjangan dari sistem integrasi sapi kelapa sawit. Sistem ini mulai banyak dikembangkan, antara lain untuk mengurangi ongkos pemupukan. Adalah Sumadi, asal Desa Perak Jaya, Kabupaten Siak – Riau, salah satu petani sawit yang menerapkan integrasi sapi-sawit sejak 2009 dengan awal populasi sebanyak 10 ekor sapi. ”Kotoran sapi dapat mengurangi belanja pupuk untuk kebun sawit sebesar Rp 4 juta rupiah per hektar,” ungkap pria pemilik lahan sawit 6,5 hektar dan kini sapinya berkembang jadi 23 ekor.
 Kata Sumadi, untuk pemupukan dengan pupuk kimia (anorganik) biasanya ia harus merogoh kocek sekitar Rp 12 juta per hektar kebun sawit, sedangkan dengan pupuk kotoran sapi (organik) ia cukup mengeluarkan Rp 8 juta perhektar. Sehingga ia membenarkan, usaha integarasi sapi-sawit dapat menambah pendapatan. “Pendapatan saya jadi tidak hanya dari hasil kebun sawit. Pupuk dari kotoran sapi bisa dijual Rp 2.500 per kg sementara urin Rp 5.000 per liternya,” imbuh dia.
Pria yang juga Ketua Kelompok Tani Karya Maju ini mengatakan, sementara ini pupuknya digunakan untuk kebutuhan kelompoknya sendiri.  “Kadang-kadang aja ada permintaan dari luar anggota,” ujar ketua kelompok dengan 10 anggota dan total populasi sapi 60 ekor.
Demikian pula cerita Samiranpetani kebun sawit asal Desa Rawang Kao,Kabupaten Siak yang Ketua Kelompok Karya Tunggal. Ia mengisahkan, dipicu jatuhnya harga sawit pada 2007, ia harus memutar otak untuk melakukan penghematan biaya operasional. Salah satunya adalah cara pemupukan yang irit. “Dengan sapi, ibaratnya beli pupuk sekali bisa untuk memupuk lahan selamanya,” ia menyebut argumentasi. Karena itu kemudian ia mengajak beberapa rekan dalam kelompoknya yang punya ternak, untuk memeliharanya dalam satu kandang dan dimanfaatkan kotorannya sebagai pupuk.
Samiran menyebut nilai lebih sistem integrasi sapi-sawit, feses dan urin sapinya dapat memangkas biaya pemupukan sampai 40 %. Ia menambahkan, sapi-sapinya digembalakan di pagi hari dan sore harinya dikandangkan.
Pabrik Pupuk
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau, Askardiya R Patrianov, kepada TROBOS Livestock menjelaskan setiap harinya dari seekor sapi dengan berat hidup kurang lebih 350 kg dihasilkan sekitar 20 – 25 kg berat basah limbah padat, atau setara dengan 12,5 kg berat kering. Sementara produksi limbah cair adalah 10 - 11 liter per ekor per hari dengan effective collecting 5 – 7 per liter.
Terlebih bila dipadukan dengan pengolahan limbah menjadi biogas nilai lebihnya akan makin tinggi. Masih menurut pria yang akrab disapa Novi ini, tiap sapi dalam sehari mampu menghasilkan biogas 1m3 atau setara 0,6 liter minyak tanah. “Jika keuntungan limbah tersebut diatur dalam suatu bentuk sistem, otomatis subsidi pupuk akan masuk ke peternak,” ujarnya.
Ia pun punya pandangan yang bernada usul, subsidi pupuk bagus apabila diwujudkan untuk pembangunan kandang-kandang ternak atau dibelikan ternak yang selanjutnya akan menjadi “pabrik pupuk” di pedesaan. “Misalnya anggaran untuk pupuk Rp 18 triliun, sisihkan Rp 5 triliun dibelikan ternak,”usulnya.
Periode Replanting
Dalam budidaya kelapa sawit ada periode yang dinamakan dengan replanting, sebuah istilah untuk menggambarkan proses perombakan perkebunan untuk mengganti pohon yang sudah tidak produktif dengan yang baru. Populasi pohon sawit ditebang habis dan kemudian lahan ditanami bibit baru. Bisa dipastikan, petani plasma (kebun rakyat) di periode ini tidak mendapat penghasilan sampai pohon muda ini berbuah dan masuk masa produksi.
Karena itu, pilihan usaha integrasi sapi –sawit mampu jadi jalan keluar bagi petani, mengisi celah kurangnya pendapatan di masa paceklik tersebut. Suparno, petani kebun sawit asal Desa Banjar Seminai, Kabupaten Siak menuturkan, alasan inilah yang melatarbelakangi ia kini menganut sistem integrasi sapi – sawit. Pada 2016, menurut perhitungannya, kebun sawitnya akan memasuki masa replanting. Karena itu ia kini melakukan antisipasi menghadapi periode tersebut. ”Saya baru mulai memelihara sapi 6 bulan ini, dengan populasi 66 ekor,” ujar petani yang juga plasma PTPN V ini.
Senada, Rafmen, Head of CSR (Coorporate Social Responsibility) PT Asian Agri, menyebutkan alasan perusahaannya konsisten dalam mengembangkan integrasi sapi-sawit melalui CSR, adalah sebagai langkah antisipasi masa replanting.  “Itu sudah jelas,” tegasnya.
Dipaparkan Rafmen, kecambah kelapa sawit generasi terbaru yang dikembangkan perusahaan dan disebarkan kepada petani saat ini, mulai produksi di umur 30 bulan (2,5 tahun). Dijelaskannya, dalam periode menunggu 30 bulan tersebut, produksi sawit otomatis berhenti dan petani tidak ada pendapatan dari kelapa sawit sama sekali. Maka itu, kata Rafmen lagi, pengembangan program integrasi sapi - sawit dapat menjadi salah satu solusi di masa replanting.
Dongkrak Produktivitas Sawit
Tak hanya mendatangkan keuntungan dari limbah yang dimanfaatkan sebagai pupuk, integrasi sapi-sawit mampu mendongkrak produktivitas usaha budidaya kelapa sawit.  Sumadi menyebut angka sekitar 30 % kenaikan produktivitas sawit yang dia peroleh. Kalau biasa ia panen 3 ton sawit per bulan per kavling (2 hektar), sejak memanfaatkan pupuk produksi kandang  kelompok, angkanya jadi di kisaran 4 – 5 ton. “Panennya 10 hari sekali,” plasma dari PT Indosawit ini menambahkan keterangan.
 http://www.trobos.com/show_article.php?rid=4&aid=3614

Potensi Ternak di Jawa Tengah

Potensi Ternak Plasma Nutfah di Jawa Tengah antara lain :

SAPI JAWA BREBES (SAPI JABRES)
  
Sapi ini diduga merupakan hasil persilangan antara Sapi Madura atau Sapi Bali dengan Sapi Lokal atau Ongole. Sapi Jabres berkembang dengan baik di daerah dataran tinggi Kabupaten Brebes dan Kabupaten Tegal bagian selatan.
Keunggulan Sapi Jabres :
1. dapat berfungsi sebagai ternak kerja dan resisten terhadap serangga;
2. tahan terhadap kondisi lingkungan dan pakan yang terbatas ;
3. Kualitas kulit bagus dan struktur dagingnya padat ;
4. Persentase karkas berkisar antara 45 - 50 %.

KAMBING PE KALIGESING

Kambing ini berada di Pusat Pembibitan Kambing PE di Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo. Kambing PE merupakan hasil persilangan antara kambing ettawa dengan kambing kacang.
Keunggulan Kambing PE Kaligesing :
1. Merupakan type dwiguna sebagai penghasil daging dan susu
2. Kualitas kulit bagus
3. Mempunyai sifat prolifik
4. Aktifitas produksinya tidak dipengaruhi oleh musim.

KAMBING KEJOBONG (KAMBING HITAM KEJOBONG)

Kambing Kejobong diduga hasil persilangan antara kambing dari India (Ettawa/Banggala) dengan Kambing Kacang, kemudian diseleksi oleh para petani turun temurun, akhirnya terjadi keseragaman warna bulu yaitu hitam, oleh karena itu sering disebut dengan "Kambing Hitam Kejobong".
Keunggulan Kambing Kejobong :
1. Warna spesifik yang seragam yaitu hitam, sehingga sering disebut Kambing Hitam Kejobong.
2. Mempunyai potensi jarak beranak (calving interval) yang pendek.
3. Mempunyai sifat beranak kembar dalam satu kelahiran (prolifik).

DOMBA WONOSOBO TEXEL (DOMBOS TEXEL)
Diduga merupakan persilangan antara Domba Longwoll & Domba Lincoln dengan domba lokal Belanda. Domba ini masuk ke Indonesia sejak tahun 1955. Perkembangan di Jawa Tengah ada di dataran tinggi Kab. Wonosobo yaitu di Desa Kwadungan Kec. Kalijajar.
Keunggulan Domba Texel :
1.    Profilik dan mempunyai penghasil daging yang handal, karena pertumbuhan cepat.
2.    Kulit mempunyai kualitas yang sangat baik yaitu tipis, lentur, lembut, dan bulunya halus dan penghasil bulu/woll
3.    Mempunyai ciri spesifik, dapat dikembangkan sebagai aset wisata.

DOMBA BATUR

Domba Batur adalah domba berbulu tebal merupakan hasil persilangan antara domba jantan yang berasal dari peternakan Tapos, Jawa Barat (diduga hasil persilangan Texel x Suffolk dengan domba lokal Dieng)
Domba ini dikembangkan di Desa Batur, Kab. Banjarnegara, Jateng.

AYAM KEDU

Ayam Kedu merupakan salah satu ayam lokal unggul yang berasal dari Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Temanggung.
Pusat Pengembangan Ayam Kedu adalah Kab. Temanggung namun ayam ini sudah berkembang ke Kabupaten lain antaranya Kab./Kota Magelang, Grobogan, Surakarta, Kudus, Salatiga, Semarang bahkan sampai keluar Provinsi Jawa Tengah yaitu DIY, Jatim, Jabar, DKI, Lampung, Semut, Sumsel, Kaltim dan Privinsi Kalsel.
Keunggulan Ayam Kedu :
1.    Mempunyai produktifitas yang tinggi dibandingkan dengan ayam lokal lainnya.
2.    Khusus pada ayam kedu hitam (cemani) sering digunakan untuk keperluan adat istiadat / ritual.

ITIK TEGAL

Populasi Itik Tegal terkonsentrasi dikawasan utara pulau Jawa terutama di Kab./Kota Batang, Pemalang, Tegal, Brebes.
Itik Tegal termasuk bangsa Itik Indian Runner yang mempunyai produksi telur tinggi. Itik ini mempunyai hubungan kekerabatan dengan Khaki Campell, yaitu keturunan Itik Pedaging Rowen dan Indian Runner.
Keunngulan Itik Tegal :
1.    Produksi telur tinggi, dapat mencapai 253 butir per tahun, bahan baku telur asin yang paling populer
2.    Tahan terhadap penyakit
3.    Pengembangan daerah pantai didukung dengan ketersediaan pakan berupa ikan runcah.
4.    Itik jantan dan betina afkir dimanfaatkan sebagai sumber daging.


ITIK MAGELANG (KALUNG)

Itik Magelang merupakan unggas air unggulan Jawa Tengah selain Itik Tegal. Perbedaannya Itik Tegal habitatnya di dataran rendah, sedangkan Itik Magelang di dataran medium sampai tinggi (> 400 dpl).
Itik Magelang mempunyai tetua yang sama dengan Itik Tegal yaitu bangsa Itik Indian Runner. Ciri khas Itik Magelang adalah adanya warna putih melingkar seperti kalung pada lehernya, sehingga disebut "itik kalung"
Wilayah pengembangan selain di Kabupaten Magelang antara lain di Kabupaten Purworejo, Semarang, dan Kabupaten Temanggung.
Keunggulan Itik Magelang :
1.    Sebagai sumber produksi telur berkisar 48-70 %, dengan pemeliharaan intensif produksinya dapat mencapai 80%.
2.    Itik jantan dan betina afkirnya dimanfaatkan sebagai sumber daging, dikembangkan sebagai itik potong.

ITIK PENGGING

Selain Itik Tegal dan Itik Magelang, Itik Pengging juga merupakan Itik unggulan Jawa Tengah, penyebarannya Itik Pengging adalah Kab. Boyolali, Kab. Sukoharjo, Kab. Klaten dan Kab. Sragen.
Itik Pengging diduga merupakan hasil persilangan antara Itik Magelang dengan Itik Mojosari, serta warna bulu pada umumnya didominasi warna bulu Itik Mojosari.
Keunggulan Itik Pengging :
1.    Produksinya tinggi diantara Itik Tegal dan Itik Magelang
2.    Resisten terhadap lingkungan cukup tinggi.